Monthly Archives

May 2019

Saya buru-buru lempar tas, sepatu dan seragam sekenanya di ruang tengah rumah. Mumpung sepi, Emak dan Bapak rupanya lagi ga ada. Jalanan menurun dari arah sekolah mempercepat langkah saya untuk segera ganti pakaian celana pendek dan kaos oblong gambar power rangers. Teman-teman sudah menunggu di perempatan kampung. Siang panas terik tak jadi soal, saya lari menuju mereka tanpa sandal. Ramai-ramai bertujuh, kami seperti tentara yang sedang menjalani misi hasil rencana di warung sekolah pada jam istirahat kelas pagi tadi. Kami lewati tegalan dan barongan menuju utara, menyeberang jalan raya yang tidak begitu ramai depan pabrik tekstil Wastra Indah. Belum makan siang bukan jadi halangan, karena kami sikat apa saja sambil lewat buah jambu dan belimbing yang banyak tumbuh depan rumah entah siapa. Kami makin riang gembira karena tahu tujuan hampir sampai. Setelah belok kiri dari jalan raya masuk jalanan kampung belum beraspal, kami balapan lari dan berhenti di ujung jalan, di... Read More
Sedari kecil, kami generasi era 90 an atau 2000 an awal, sangat biasa untuk disuruh belanja atau menemani Emak belanja pagi di pasar cilik. Biasanya Emak akan belanja kesini kalau ada beberapa bahan masak tidak ditemuinya di warung dekat rumah. Cukup kami jalan kaki sekitar 10 menit. Kami menyebutnya nama Pasar Cilik untuk membedakan Pasar Besar di pusat kota. Letak persis Pasar Cilik ada di Dusun Krajan Desa Pesanggrahan Kota Batu Jawa Timur. Dari sejarah yang kami dengar dari cerita orang tua, keberadaan Pasar Cilik (PC) sudah ada seiring dengan lokasi Balai Desa lama di Jalan Hasanudin (sekarang hotel Batu Permai). Seperti halnya tata kota di Jawa, dimana di depan pusat pemerintahan adalah pasar. Kawasan Pasar Cilik berada di jalan Sajid yang berhadapan dengan bekas Balai Desa lama. Tidak pernah ada hari khusus untuk buka atau tutup, jam operasional mulai pukul 6 pagi sampai 11 siang kita bisa belanja dan menikmati... Read More
(Kim Mayangsari) Hidroponik adalah bercocok tanam dengan memakai air sebagai media tanamnya, meski berada di lahan sempit, bertani dengan teknologi ini sangat dimungkinkan sebab tidak tergantung pada luasan lahan seperti halnya pertanian konvensional namun dapat direkayasa sesuai area yang ada. Melihat kelebihan dan potensi tersebut, Pemerintah Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu mulai menggarap hidroponik sebagai peluang baru, yang rencananya akan menjadi sub unit usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Proyeksi lahan hidroponik skala produksi rencananya dibangun di area samping timur balai desa lantai 2 (Kawasan BONDO DESO) seluas hampir 500 m2. Saat ini, sudah hampir berjalan satu tahun lahan hidroponik persiapan sebagai “prototype” atau ujicoba sebelum dibangun usaha pertanian hidroponik yang sebenarnya pada akhir tahun 2019. Bertempat di tanah asset desa di RW 06 Dusun Srebet belakang bekas Pos Susu KUD, terdiri dari greenhouse 6x8 m, modul instalasi hidroponik berbagai system, dan dikelola oleh ibu-ibu PKK yang tergabung dalam Kelompok Wanita... Read More
Tepat di bawah lereng gunung Panderman dengan udaranya yang sejuk danpanoramanya yang indah, Dusun Toyomerto Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu ternyata menyimpan keunikan lainnya, yakni menjadi sentra peternakan sapi perah yang ada di Kota Batu. Yatemo (50) Kepala Dusun Toyomerto yang juga merangkap sebagai ketua kelompok sapi perah menjelaskan bahwa, mayoritas penduduk di dusun Toyomerto bermatapencaharian sebagai peternak sapi perah dan petani. Hampir semua warganya memiliki dan berternak sapi perah, dari jumlah 265 kepala keluarga yang ada, kurang lebih 215 kepala keluarga yang menjadi peternak sapi perah. “jumlah sapi yang ada  1500 ekor lebih banyak ,jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya yang  berjumlah 1135 orang”, ujarnya . Dia  menceritakan awal mula  menjadi peternak sapi perah, semenjak 25 tahun yang lalu. Berawal ketika ayahnya memiliki sapi putih (pedaging), ia beranggapan bahwa beternak sapi pedaging kurang menguntungkan dibandingkan dengan beternak sapi perah, karena  baru bisa merasakan hasilnya jika  menjual sapinya yang berumur 1 tahun lebih. Dari... Read More
Budidaya buah kopi beberapa tahun ini mengeliat kembali, seiring naiknya pamor sebagai komoditi unggulan dan memiliki banyak penggemar baru. Coffee Snobs istilahnya, yakni para pemburu kenikmatan proses, storytelling, dan narasi dari tiap kopi berdasar letak penanamannya, nama gunungnya, ketinggiannya, petaninya siapa, mengolahnya bagaimana, siapa prosessornya. Pokoknya urusan kopi bukan lagi sekedar tuang seduh air panas ke bubuk hitam dan Kristal putih ke cangkir atau gelas. Konsumen usia millennial yang merasa belum keren jialau hari ini belum “ngopi” (walaupun kadang pesennya Teh atau Jus). Seharusnya bulan Mei panen raya di bukit Tetelan lereng gunung Panderman sudah mulai nampak. Karena musim kemarau mulai menyapa, meski beberapa kali masih turun hujan, Tahun ini diprediksi hasil panen tidak seperti biasanya, karena turunnya hujan musim kemarin terhitung telat, membuat proses pemekaran bunga terganggu dan berpengaruh ke buah kopi yang tumbuh. Kelompok Tani Margo Joyo di Dusun Srebet Timur sejak 7 tahun belakangan ini mengolah lahan Perhutani dengan... Read More
Tepat di hari Minggu, 12 Mei 2019 Karang Taruna Desa Pesanggrahan mengadakan "Yang muda yang berbagi" salah satu kegiatan yang diselenggarakan di Bulan Ramadhan tahun ini, 400 buah takjil dibagikan kepada pengendara kendaraan bermotor di Jalan Suropati sisi barat Balai Desa Pesanggrahan, Menurut Ikhwan Hadi Pramono atau yang sering di sebut Nawi, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kekompakan di dalam Karang Taruna dan Berbagi dengan Masyarakat pada umumnya sehingga anak muda Desa Pesanggrahan lebih bersemangat lagi dalam mengisi bulan ramadhan. ... Read More