(Kim Mayangsari) Hidroponik adalah bercocok tanam dengan memakai air sebagai media tanamnya, meski berada di lahan sempit, bertani dengan teknologi ini sangat dimungkinkan sebab tidak tergantung pada luasan lahan seperti halnya pertanian konvensional namun dapat direkayasa sesuai area yang ada. Melihat kelebihan dan potensi tersebut, Pemerintah Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu mulai menggarap hidroponik sebagai peluang baru, yang rencananya akan menjadi sub unit usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Proyeksi lahan hidroponik skala produksi rencananya dibangun di area samping timur balai desa lantai 2 (Kawasan BONDO DESO) seluas hampir 500 m2. Saat ini, sudah hampir berjalan satu tahun lahan hidroponik persiapan sebagai “prototype” atau ujicoba sebelum dibangun usaha pertanian hidroponik yang sebenarnya pada akhir tahun 2019. Bertempat di tanah asset desa di RW 06 Dusun Srebet belakang bekas Pos Susu KUD, terdiri dari greenhouse 6×8 m, modul instalasi hidroponik berbagai system, dan dikelola oleh ibu-ibu PKK yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) bernama MANIK FARM (Singkatan dari Emak-Emak Organik Hidroponik).

Usaha Pertanian Hidroponik dipilih karena prospek, peluang, dan potensinya yang masih terbuka cukup lebar. Baik dari kemudahan proses budidaya, peluang pasar produk, maupun prospek pariwisata. Hal ini terbukti dari lahan ujicoba di RW 06 yang dikelola KWT MANIK FARM. Selang satu tahun para ibu-ibu hasil pelatihan dari LPMD dan Bumdes Pesanggrahan, kini sudah mulai ahli mempraktikkan ilmunya, terbukti dengan serapan produk sayur ke pasar baik lewat supplier supermarket maupun konsumen yang belanja di kebun. Budidayanya focus pada sayur salad seperti Lettuce, Red rapid, Lolorosa, Romaine, Basil, dimana komoditi ini memiliki nilai jual yang tinggi.

Alasan yang mendasari mengapa memilih Pertanian Hidroponik karena di Kota Batu, sebagai kota wisata dan pertanian, belum ada usaha desa yang mengembangkan sector ini. Di lahan ujicoba yang termasuk lahan sempit tersebut, hampir setiap pekan selalu ada kunjungan wisatawan dari dalam dan luar kota Batu yang tertarik belajar tentang hidroponik. Meski masih memiliki lahan pertanian konvesnional yang cukup luas, namun keberadaan Desa Pesanggrahan di pusat kota Batu, bisa menjadi representasi pengembangan pertanian di lahan sempit (Urban Farming). Selain itu, pertanian Hidroponik akan jadi ciri khas dari Desa Pesanggrahan sebanding dengan desa-desa lain misalnya Desa Sidomulyo sebagai Desa Pertanian Bunga, Tulungrejo Desa Apel, Pandanrejo Desa Strawberry, Sumberbrantas Desa Kentang. Jadi, disamping sebagai pemberdayaan, prospek sumber Pendapatan Asli Desa, unit usaha Bumdes, Hidroponik diharap menjadi sector andalan Desa Pesanggrahan sejajar sebagai Desa Berdaya berbasis inovasi potensi lokal wisata pertanian modern.

Untuk bisa berkunjung, belajar, atau belanja di kebun, langsung saja ketik di mesin pencarian Google kalimat Greenhouse Hidroponik Pesanggrahan, akan langsung muncul peta menuju kawasan, foto video aktivitas, dan nomor handphone pengurus KWT Manik Farm yang aktif dihubungi. (aan)

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •