Budidaya buah kopi beberapa tahun ini mengeliat kembali, seiring naiknya pamor sebagai komoditi unggulan dan memiliki banyak penggemar baru. Coffee Snobs istilahnya, yakni para pemburu kenikmatan proses, storytelling, dan narasi dari tiap kopi berdasar letak penanamannya, nama gunungnya, ketinggiannya, petaninya siapa, mengolahnya bagaimana, siapa prosessornya. Pokoknya urusan kopi bukan lagi sekedar tuang seduh air panas ke bubuk hitam dan Kristal putih ke cangkir atau gelas. Konsumen usia millennial yang merasa belum keren jialau hari ini belum “ngopi” (walaupun kadang pesennya Teh atau Jus).

Seharusnya bulan Mei panen raya di bukit Tetelan lereng gunung Panderman sudah mulai nampak. Karena musim kemarau mulai menyapa, meski beberapa kali masih turun hujan, Tahun ini diprediksi hasil panen tidak seperti biasanya, karena turunnya hujan musim kemarin terhitung telat, membuat proses pemekaran bunga terganggu dan berpengaruh ke buah kopi yang tumbuh.

Kelompok Tani Margo Joyo di Dusun Srebet Timur sejak 7 tahun belakangan ini mengolah lahan Perhutani dengan tanaman kopi jenis Arabika dan Robusta, ketinggian 1100 mdpl membuat Arabika dominan ditanam di sini. Info rasa kopinya khas arabika namun dengan keasaman rendah, cocok bagi peminum kopi pemula.

Selain buah kopi merah, di kebun Margo Joyo juga ditemui kopi kuning, buah yang matangnya memang berwarna kuning. Kopi jenis ini termasuk kopi langka, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai kopi khas Bajawa, Nusa Tenggara Timur. Ternyata ada juga di wilayah Batu, menurut informasi di beberapa catatan dunia maya, tercatat hanya sekitar 800+ pohon di Indonesia.

Kopi Kuning namanya Yellow Caturra, varietas kopi ini ditanam di Batu oleh perusahaan perkebunan swasta Kusuma Agro di lereng gunung Panderman. Sejak perusahaan menutup operasional perkebunan, warga desa Pesanggrahan di sekitar kebun menanam di halaman rumah atau sebagian kecil ladangnya.

Yellow Caturra, dimana kopi ini memiliki ciri ciri dengan buah lebih besar dan cherry bean berwarna kuning (matang). Yang unik dari kopi ini adalah kelangkaan variates pohonnya itu sendiri dan ada metode metode tertentu untuk membudidaya serta memprotes kopi Yellow Cattura. Ciri khas rasa lebih dominan taste Robusta, meski secara fisik variétas Yellow Caturra cenderung ke Arabica.

 

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •