(Kim Mayangsari) 28 Oktober merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu semua pemuda dari seluruh pelosok negeri berkumpul dalam rangka untuk mewujudkan cita-cita negara tercinta Indonesia. Tahun ini (2019) Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-91. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memperingati hari bersejarah ini. Tak mau ketinggalan Desa Pesanggrahan juga memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Pesanggrahan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gelora juang para pemuda dalam berjuang untuk mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rangka membangkitkan semangat pemuda dalam hal menjaga dan melestarikan budaya nasional baik yang tradisional maupun modern Karang Taruna Desa Pesanggrahan menggelar acara bertajuk “PESONA PESANGGRAHAN”. Tahun 2019 menjadi tahun ke-2 acara ini diselenggarakan. Acara yang bertema “GELORA KAWULA MUDA” ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 25-27 Oktober 2019 bertempat di Lapangan Belakang Desa Pesanggrahan. Hari pertama kegiatan dimeriahkan oleh Festival Jaranan. Berbagai macam tarian jaranan yang ditampilkan menunjukkan keanekaragaman budaya nasional yang harus dijaga dan dilestarikan.

Memasuki hari kedua dimeriahkan oleh Parade Band. Acara ini memberikan kesempatan kepada grup band lokal untuk menampilkan bakat dan minat mereka dalam bidang musik. Selain itu, juga bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan grup band mereka kepada masyarkat yang tentunya akan memberikan dampak positif untuk perkembangan karir grup bandnya. Pada hari ketiga kegiatan ditutup dengan acara Tarian Nusantara dari seluruh RW yang ada Desa Pesanggrahan. Dalam hari terakhir ini tidak hanya menampilkan berbagai macam bentuk tarian namun juga menampilkan seni pertunjukan. Pertunjukan ini merupakan karya anak Desa Pesanggrahan yang tergabung dalam Nirmala Teater yang di bina oleh Kak Andika Aris, warga RW 08. Dalam pertunjukan kali ini cerita yang ditampilkan diambil dari cerita rakyat yang melegenda. Cerita ini di kemas dalam pertunjukan yang aktraktif dengan judul “Asal Usul Suku Tengger”. Penampilan anak-anak yang baik dan lucu dalam menampilkan karakter yang diperankan mampu membuat riuh gelak tawa dari penonton.

Melalui kegiatan ini Bapak Imam Wahyudi selaku Kepala Desa Pesanggrahan menyampaikan pesan bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa yang harus terus menjaga semangat juang dalam mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Pemuda Bersatu, Makmur Desaku. (Nir)

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •