(KIIM Mayangsari) Pada hari senin tanggal 26 bulan oktober tahun 2020. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat bekerjasama dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI Dapil Malang Raya mengadakan kegiatan dengan tema “Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi” yang bertempat di Balai Desa Pesanggrahan.

Kridayanti memberikan pengarahan tentang pelayanan KB

Kegiatan ini dihadiri oleh walikota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko, anggota komisi IX DPR RI Krisdayanti, Direktur Bina Akses Pelayanan KB- BKKBN Pusat Dr. H. Zamhir Setiawan, M. Epid, kepala perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd.

Hadir sebagai peserta acara yakni perwakilan tim penggerak PKK kota Batu, kepala OPD terkait di lingkungan Pemkot Batu, camat Batu, Bumiaji, Junrejo dan Kepala Desa atau perwakilan dari 7 kampung KB, PKB dan akseptor KB sekota Batu.

Dalam sambutannya walikota Batu menyampaikan bahwa kader KB bisa mengendalikan pertumbuhan penduduk, meskipun angka kematian  masih ada karena berbagai hal, maka hal tersebut menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

Selanjutnya kepala perwakilan BKKBN provinsi Jawa Timur mengatakan agar tetap mensosialisasikan program bangga kencana terutama pada penduduk produktif milenial, beliau juga berterimakaih atas wujud dukungan dari DPR RI komisi IX yang memberikan dana untuk terlaksananya program keluarga berencana juga kegiatan lain dalam pencegahan stunting. Tim BKKBN juga terus melakukan beberapa inovasi agar program KB tetap berlangsung, mulai dari menciptakan logo baru BKKBN terkini, sampai dengan memproduksi obat KB yang bisa dikonsumsi oleh Ibu yang tidak mengganggu kelancaran ASI dan menstruasi.

Krisdayanti sebagai anggota komisi IX DPR RI menyampaikan bahwa fokusnya saat ini dalam bidang sosial kemasyarakatan, beliau menyampaikan bahwa pendidikan sex dan finansial di masa muda saat ini sangat diperlukan. Menurutnya, Indonesia akan memasuki era new normal yang akan mengalami kelahiran bayi selama pembatasan social, ada 400 ribu kehamilan tidak direncanakan yang akan menyebabkan lonjakan angka kelahiran yang signifikan, BKKBN telah berinisiatif untuk mewujudkan program KB dengan melakukan pendekatan pada kearifan lokal, kegiatan edukasi ini juga tetap mempertimbangkan efisiensi waktu dengan sasaran wilayah tertinggal, terpencil, pegunungan, pesisir dan miskin perkotaan kemudian juga di tujuh titik kampung KB dan dilakukan tetap mematuhi Protokol Kesehatan, yakni tidak menggerombol, pemakaian masker, juga penggunaan cairan pembersih. Krisdayanti berharap semoga program dari komisi IX bersama dengan BKKBN ini berdampak baik terhadap masyarakat khususnya di wilayah DAPIL nya. (Mar)

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •