Saya buru-buru lempar tas, sepatu dan seragam sekenanya di ruang tengah rumah. Mumpung sepi, Emak dan Bapak rupanya lagi ga ada. Jalanan menurun dari arah sekolah mempercepat langkah saya untuk segera ganti pakaian celana pendek dan kaos oblong gambar power rangers. Teman-teman sudah menunggu di perempatan kampung. Siang panas terik tak jadi soal, saya lari menuju mereka tanpa sandal. Ramai-ramai bertujuh, kami seperti tentara yang sedang menjalani misi hasil rencana di warung sekolah pada jam istirahat kelas pagi tadi. Kami lewati tegalan dan barongan menuju utara, menyeberang jalan raya yang tidak begitu ramai depan pabrik tekstil Wastra Indah. Belum makan siang bukan jadi halangan, karena kami sikat apa saja sambil lewat buah jambu dan belimbing yang banyak tumbuh depan rumah entah siapa. Kami makin riang gembira karena tahu tujuan hampir sampai. Setelah belok kiri dari jalan raya masuk jalanan kampung belum beraspal, kami balapan lari dan berhenti di ujung jalan, di... Read More