Pemasangan Tarub Agung- Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan Ke-169

Pemasangan Tarub Agung- Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan Ke-169
MAYANGSARI - Pemerintah Desa Pesanggrahan bersama seluruh lembaga desa melaksanakan pemasangan tarub agung di halaman Balai Desa Pesanggrahan. Acara yang dilaksanakan pada Minggu (18/05/2025) ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-169, sebuah tradisi tahunan yang sarat makna dan nilai-nilai luhur. Ritual pemasangan tarub agung dipimpin oleh koordinator kegiatan, Andi Tri Sudrajat (yang akrab disapa Jojon), serta diiringi doa oleh salah satu tokoh agama di Desa Pesanggrahan (Nahrowi). Jojon menjelaskan bahwa selamatan desa ini adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan bagi seluruh warga desa. Rangkaian acara akan meliputi kenduri dan doa bersama, sebagai manifestasi kebersamaan dan harapan akan kehidupan yang damai dan sejahtera. Makna Filosofis Pemasangan Tarub Agung di Desa Pesanggrahan memiliki keunikan tersendiri dibanding desa lain. "Tarub Agung di sini dibuat dengan anyaman bambu yang menyilang, sebuah simbol tolak balak atau kalacakra, yang mengandung makna perlindungan dari marabahaya". Bambu yang digunakan disebut “deling”, dalam Bahasa Jawa bermakna “kedah iling marang asal dumadine manungsa lan Gustine” artinya, manusia harus senantiasa mengingat asal mula kejadian dirinya dan Tuhannya. Istilah “Tarub” sendiri merupakan akronim dari “ditata supaya murub”, yang berarti ditata agar bersinar. Ini merupakan simbol dari pentingnya gotong royong dalam membangun masyarakat desa yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo — makmur, tenteram, dan harmonis. Tema Selamatan Bersih Desa Pesanggrahan ke-169 adalah “Aruming Gati Marganing Nyawiji Eka Prasetya Panca Karsa” yang berarti saling peduli dan berbagi adalah jalan menuju persatuan, dengan dasar Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Harapannya, melalui tradisi ini, masyarakat Desa Pesanggrahan dapat terus hidup dalam semangat kerukunan, persatuan, dan kesejahteraan, serta terhindar dari segala musibah.